Jumat, 06 Juli 2012

KARAKTERISTIK MEDIA DUA DIMENSI


       I.            PENDAHULUAN
Media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional dilingkungan siswa, yang dapat merangsang siwa untuk belajar. Adapun media pembelajaran adalah media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran.Ada beberapa jenis media pengajaran yang biasa digunakan dalam proses pengajaran.
 Pertama, media grafis seperti gambar, foto, grafik, bagan atau diagram, poster, kartun, komik dan lain-lain. Media grafis sering juga disebut media dua dimensi, yakni media yang mempunyai ukuran panjang dan lebar. Media sebagai alat bantu mengajar berkembang demikian pesatnya sesuai dengan kemajuan teknologi. Ragam dan jenis media pun cukup banyak sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan kondisi waktu, keuangan, maupun materi yang akan disampaikan. Setiap jenis media memiliki karakteristik dan kemampuan dalam menayangkan pesan dan informasi.
Hidup manusia sangat dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknologi misalnya dalam media dua dimensi diantaranya papan tulis, peta, diagram. Banyak yang diharapkan dari alat- alat teknologi pendidikan tersebut untuk membantu mengatasi berbagai masalah pendidikan, misalnya agar membantu pelajar menguasai pengetahuan yang sangat pesat berkembang,  
    II.            RUMUSAN MASALAH
A.    Apa Pengertian Media Dua Dimensi?
B.     Apa Jenis-jenis Media Dua Dimensi?
C.     Bagaimana Karakteristik Media Dua Dimensi?
D.    Apa Kelebihan dan Kekurangan Media Dua Dimensi?

 III.            PEMBAHASAN
A.    Pengertian Media Dua Dimensi
Kata media berasal dari bahasa Latin, yaitu medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Selain itu kata media juga berasal dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium, dan secara harfiah berarti perantara atau pengantar, yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan.[1]
Alat peraga dalam proses belajar mengajar itu dibedakan menjadi alat peraga dua dan tiga dimensi dan alat peraga yang diproyeksi.Alat paraga dua dimensi artinya alat yang mempunyai ukuran panjang dan lebar, sedangkan alat peraga tiga dimensi di samping mempunyai ukuran panjang dan lebar juga mempunyai ukuran tinggi.[2]
            Webster mendefinisikan Graphicssebagai seni atau ilmu menggambar, terutama penggambaran mekanik. Dalam pengertian media visual, istilah Graphics atau Graphic Materialmempunyai arti yang lebih luas, bukan hanya sekadar menggambar. Dalam bahasa Yunani, graphikos mengandung pengertian melukiskan atau menggambar garis-garis.
Sebagai kata sifat, graphics diartikan sebagai penjelasan yang hidup, uraian yang kuat, atau penyajian yang efektif.[3]
Media grafis termasuk media visual yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan (reserver), dimana pesan dituangkan melalui lambang atau simbol komunikasi visual. Menurut Arief S. Sadiman (1986) simbol- simbol tersebut harus dipahami benar, artinya agar proses penyampaian pesan dapat berhasil dan efisien. Selain fungsi umum tersebut, secara khusus grafis berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan.[4]

B.     Jenis-jenis Media Dua Dimensi
            Jenis media grafis terdiri atas;  a) gambar diam,b) bagan, c) diagram, d) grafik, e) poster, f) kartun, g ) peta dan globe, h) papan flanel, i) papan buletin, j) papan tulis, k) buku pelajaran,


1.      Gambar diam
Dari semua media grafis, gambar diam merupakan jenis yang paling banyak digunakanmudah dikenali dan dimengerti secara langsung tanpa memerlukan interpretasi.
Gambar didefinisikan sebagai representasi visual dari orang, tempat atau pun benda yang diwujudkan di atas kanvas, kertas atau bahan lain, baik dengan cara lukisan, gambar atau foto. Ukuran foto atau gambar dapat diperbesar atau diperkecil agar dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran tertentu.[5]
Gambar- gambar dapat dikumpulkan dari berbagai sumber seperti kalender, majalah surat kabar, pamflet dari biro perjalanan, dan sebagainya. Gambar-gambar harus dikumpulkan dalam map menurut kategori tertentu agar mudah dicari kembali jika diperlukan.[6]
Gambar sangat penting digunakan dalam usaha memperjelas pengertian pada peserta didik. Sehingga dengan mengguanakan gambar peserta didik dapat lebih memperhatikan terhadap benda-benda atau hal-hal yang belum pernah dilihatnya yang berkaitan dengan pelajaran.
Gambar dapat membantu guru dalam mencapai tujuan intruksional, karena gambar termasuk media yang mudah dan murah serta besar artinya untuk mempertinggi nilai pengajaran. Karena gambar, pengalaman dan pengertian peserta didik menjadi lebih luas, lebih jelas dsan tidak mudah dilupakan, serta lebih konkret dalam ingatan dan asosisi peserta didik.
Adapun manfaat media gambar dalam proses intruksioanal adalahn penyampaian dan penjelasan mengenai informasi, pesan, ide, dan sebagainya tanpa banyak menggunakan bahasa-bahasa verbal, tetapi dapat lebih memberi kesan.[7]
2.      Bagan
Istilah bagan meliputi berbagai jenis presentasi grafis seperti peta, grafik, lukisan, diagram, poster, dan bahkan kartun. Dalam hubungan ini, bagan didefinisikan sebagai kombinasi antara media grafis dan gambar foto yang dirancang untuk memvisualisasikan secara logis dan teratur mengenai fakta pokok dan gagasan. Fungsi yang utama dari bagan adalah untuk menunjukan hubungan, perbandingan, jumlah relatif, perkembangan, proses, klasifikasi dan organisasi.
Ada beberapa macam jenis bagan, diantaranya,
a.       Bagan pohon
Sesuai dengan namanya, bagan pohon dikembangkan dari dasar yang terdiri atas beberapa akar menuju batang tunggal. Kemudian cabang pohon tersebut menggambarkan perkembangan serta hubungan. Contohnya bagan silsilah kerajaan.
b.      Bagan alir
Merupakan kebalikan dari bagan pohon. Sebagai contoh bagaimana industri mobil di Amerika bergantung dari pemasaran luar negerinya, baik untuk kebutuhan bahan baku maupun guna pemasaran hasil industrinya. Kebalikan dari bagan pohon yang berfungsi untuk mempertunjukkan, bagaimana berbagai unsur penting dikombinasikan sehingga membentuk suatu produksi dikenal sebagai bagan alir. Bagan tersebut dapat dipakai untuk memperlihatkan, saling ketergantungan dari berbagai unsur.[8]
c.       Bagan arus (flow chart )
Menggambarkan arus suatu proses atau dapat pula menelususri tanggung jawab atau hubungan kerja antar berbagai bagian atau seksi suatu organisasi. Tanda panah sering kali untuk menggambarkan arah arus tersebut.
d.      Bagan garis waktu  ( time line chart )
Bermanfaat untuk menggambarkan hubungan antara peristiwa dan waktu. Pesan-pesan tersebut disajikan dalam bagan secara kronogis. Kalau misalnya kita akan menunjukkan kapan suatu peristiwa sejarah mulai dan berakhir peristiwa –peristiwa apa yang terjadi lebih dahuludan peristiwa apa pula yang terjadi kemudian, kita dapat perjelas dengan menggunakan bagan garis waktu.
3.      Diagram
Sebagai suatu gambar sederhana yang menggunakan garis- garis dan simbol- simbol, diagram atau skema menggambarkan struktur dari objek secara garis besar. Diagram menunjukkan hubungan yang ada antar komponennya atau sifat- sifat proses yang ada di situ. Diagram biasanya berisi petunjuk- petunjuk. Diagram menyederhanakan hal yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan.
4.      Grafik
Sebagai suatu media visual, grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik- titik, garis atau gambar. Untuk melengkapinya sering kali simbol-simbol digunakan pula disitu.
Fungsi grafik adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas. Berbeda dengan bagan, grafik disusun berdasarkan prinsip-prinsip matematik dan menggunaan data komparatif.
Ada beberapa macam grafik yang dapat kita gunakan diantaranya,
a.       Grafik garis
Grafik garis atau line graphstermasuk dalam kelompok grafik dua skala, atau dua proses yang dinyatakan dalam garis vertikal dan garis horisontal yang saling bertemu.
Baik pada garis horizontal maupun vertikal dicantumkan angka- angka yang akan menyampaikan informasi tertentu dari pesan yang akan disajikan.
b.      Grafik batang
Grafik batang juga menggunakan proses vertikal dan horizontal. Grafik jenis ini bermanfaat untuk membandingkan suatu objek, atau peristiwa yang sama dalam waktu yang berbeda, atau menggambarkan berbagai hal/ objek yang berbeda tentang sesuatu yang sama.
c.       Grafik lingkaran
Grafik ini dimaksudkan untuk menggambarkan bagian- bagiandari suatu keseluruhan serta perbandingan bagian-bagian tersebut. Penggambaran bagian- bagian tersebut dilakukan dengan pecahan atau prosesntase.[9]
5.      Poster
Cheret adalah seorang lithograferbangsa Perancis yang dipercayakan oleh Sarah Bernhardt pada tahun 1860, untuk menyiapkan beberapa ilustrasi dengan skala besar untuk iklan dalam memperkenalkan penampilannya di panggung kota Paris. Dari situlah poster dilahirkan, bersumber dari gagasan nona Bernhardt. Kemudian angkatan darat Perancis mengutip gagasan poster itu untuk maksud panggilan militer.
Jadi poster telah muncul mengisi fungsi yang unik di tengah- tengah media komunikasi visual. Peranannya sangat cepat dalam menanamkan atau mengingatkan kembali kepada para pengamat pada satu gagasan penting, misalnya “Belilah Produksi Dalam Negeri”, “Bergabunglah Bersama Armada”, “Dukunglah Tim Anda”. Oleh karena itu poster harus memiliki daya tarik pandang yang kuat jika ingin menarik perhatian dan memiliki pengaruh cukup kuat dalm menyampaikan pesan. Dengan demikian poster dapat dapat didefinisikan sebagai kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya.[10]
6.      Kartun
Kartun sebagai salah satu bentuk komunikasi grafis adalah suatu gambar interpretatif yang menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan sesuatu pesan secara cepat dan ringkas atau sesuatu sikap terhadap orang situasi, atau kejadian-kejadian tertentu. Kemampuan besar sekali untuk menarik perhatian, mempengaruhi sikap maupun tingkah laku.
Kartun biasanya hanya menangkap esensi pesan yang harus disampaikan dan menuangkannya ke dalam gambar sederhana. Kartun tanpa digambar detail tanpa menggunakan simbol-simbol serta karakter yang mudah dikenal dan dimengerti dengan cepat. Kalau makna kartun mengenai pesan yang besar bisa disajikan secara ringkas dan kesannya akan tahan lama diingatan.
7.      Peta dan globe
Pada dasarnya peta dan globe berfungsi untuk mnyajikan data-data lokasi. Secara khusus peta dan globe tersebut memberikan informasi tentang :
a.       Keadaan permukaan bumi, dataran, sungai-sungai,gunng-gunung dan bentuk-bentuk dataran dan pereairan lainnya.
b.      Tempat-tempat serta arah dan jarak dengan tempat yang lain.
c.       Data-data budaya dan kemasyarakatan seperti populasi atau bahasa/adat istiadat
8.      Papan flanel/ flanel Board
Papan flanel adalah media grafis yang efektif sekali untuk menyajikan pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula. Papan berlapis kain flanel ini dapat dilipat sehingga praktis. Gambar-gambar yang akan disajikan dapat dipasang dan dicopot dengan mudah sehingga dapat dipakai berkali-kali. Selain gambar, dikelas-kelas permukaan sekolah dasar atau taman kanak-kanak, papan flanel ini dipakai pula untuk menempelkan huruf dan angka-angka.
Karena penyajiannya seketika, selain menarik perhatian siswa, penggunaan papan flanel dapat membuat sajian lebih efisisien.
9.      Papan Buletin (Bulletin Board)
Papan buletin ini tidak dilapisi kain flanel tetapi langsung ditempel gambar-gambar atau tulisan-tulisan. Fungsinya selain menerangkan sesuatu, papan buletin dimaksudkan untuk memberitahukan kejadian dalam waktu tertentu.
Berbagai jenis media grafis yang diuraikan di depan (gambar, poster, diagram, chart) dapat dipakai sebagai bahan pembuatan papan buletin. Selain itu papan buletin dapat dibuat dari pesan-pesan verbal tertulis seperti karangan-karangan (anak-anak) beritta, feature, dan sebagainya.[11]
10.  Papan tulis
Alat pengajaran ini sangat populer, digunakan oleh sekolah yang tradisional maupun yang modern dan dapat dikombinasikan dengan alat pelajaran lainnya seperti radio, TV. Alat ini dimanfaatkan dala tiap metode  pengajaran. Papan tulis dapat di pakai untuk tulisan, membuat gambar, grafik, diagram, peta dan sebagainya dengan kapur yang putih maupun yang berwarna.
           Setiap guru harus pandai menulis dan menggambar di papan tulis. Papan tulis harus dibersihakan sebelum digunakan, seperti membersihkan piring dari sisa-sisa makanan, sebelum digunakan untuk hidangan baru.[12]
11.  Buku pelajaran
Buku pelajaran merupakan alat pengajaran yang paling abnyak digunakan diantara semua alat pengajaran lainnya. Buku pelajaran telah digunakan sejak menusia pandai menulis dan membaca, akan tetapi meluas dengan pesat setelah dikemukakannya alat cetak.[13]
C.    Karakteristik Media Dua Dimensi
1.      Chart dan bagan
Chart harus mempunyai tujuan pengajaran yang ditentukan dengan jelas. Bagi siswa yang berusia muda suatu chart harus berisiskan hanya satu konsep atau gambaran konsep. Sebaiknya chart itu ditekan hingga hanya berisi informasi verbal dan visual yang minimum untuk dapat dipahami. Jika ingin mengungkapkan beberapa gagasan atau konsep, sebaiknya dibuat serangkaian chart sederhana. Informasi pengajaran dan pesan-pesan isi pelajaran dikomunikasikan melalui saluran visual, dan materi verbal hanya diadakan untuk mendukung pesan visual.[14]
Karakteristik yang ada pada bagan adalah:
a.       Sederhana, mudah dilihat dan dibaca
b.      Tidak terlalu banyak konsep di dalamnya, tidak harus terlalu rinci, serta tidak banyak digunakan kata-kata.
c.       Warna-warna yang digunakan harus menambah kejelasan. [15]
2.      Grafik
Umumnya data yang berbentuk data atau tabel dapat disusun kedalam bentuk grafik. Penampilan data dalam benttuk grafik umumnya akan menjadi lebih mudah dipahami dan menarik. Penggunaan grafik dalam kegiatan pembelajaran memiliki berbagai pilihan dan variasi. Setidaknya grafik dapat ditampilkan dalam empat jenis, yaitu batang, gambar, lingkaran dan garis. Keempat jenis grafik ini memiliki penampilan serta tingkat keterbacaan yang berbeda. Grafik biasanya dilengkapi dengan tulisan yang menjelaskan simbol-simbol yang terdapat didalamnya. Pemilihan jenis grafik akan digunakan biasanya tergantung pada kompleksitas dari informasi ataupun data yang ingin disampaikan. Selain itu juga tergantung pada kemampuan atau ketrampillan peserta didik dalam menginterpretasikan grafik.[16]
Sebuah grafik yang baik apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:
a.       Dibuat dengan jelas dan menarik (berwarna)
b.      Penyajian ide harus disesuaikan dengan permasalahannya .
c.        Warna harus kontras dan harmonis
d.      Sederhana dan mudah dibaca
e.       Penyajian menarik, praktis dan cermat dalam perhitungan[17]
3.      Poster
Poster yang baik haruslah dinamis, jika menonjolkan kualitas. Poster harus sederhana tidak memerlukian pemikiran bagi pengamat secara terinci, harus cukup kuat untuk menarik perhatian, bila tidak, akan hilang kegunaannya.
Kesederhanaan desain dan sedikit kata-kata yang dipergunakan. Mencirikan poster yang berwatak kuat.Pada prinsipnya poster itu merupakan gagasan yang dicetuskan dalam bentuk ilustrasi gambar yang disederhanakan yang dibuat dalam ukuran besar, bertujuan untuk menarik perhatian, membujuk, memotivasi atau memperingatkan pada gagasan pokok, fakta atau peristiwa tertentu. Disain sebuah poster adalah,merupakan perpaduan antara kesederhanaan serta dinamika. Berbagai warna yang mencolok dan kontras seringkali dipakai dalam poster[18].
4.      Kartun
Kartunyang baik hanya mengandung satu gagasan saja. Ciri khas kartun memakai karikatur, sindiran yang dilebih-lebihkan, perlambang dan humor pilihan. Humor sering dan membuat orang tertawa, terutama dalam kartun-kartun yang berisi pertentangan politik bagi para pembaca surat kabar. Dalam beberapa hal penggunaan kartun dibidang politik dan sosial dijadikan medium untuk  menyerang pribadi para pejabat tinggi. Kekuatan kartun untuk mempengaruhi pendapat umum, terletak pada kekompakannya, penyederhanan  isunya, dan perhatian yang sungguh-sungguh  yang dibangkitakan secara tajam melalui gambar-gambar yang melalui humor.[19]
5.      Diagram
Beberapa ciri diagram yang perlu diketahui adalah;
a.       Diagram bersifat simbolis dan abstrak sehingga kadang-kadang  sulit dimengerti;
b.      Untuk dapat membaca diagram seseorang harus mempunyai latar belakang  tentang apa yang didiagramkan;
c.       Walaupun sulit dimengerti, karena sifatnya yang padat, diagram dapat memperjelas arti.
Diagram yang baik sebagai media pendidikan adalah yang;
a)      Benar, digambar rapi, diberi titel, label dan penjelasan-penjelasan yang perlu.
b)      Cukup besar dan ditempatkan secara strategis; dan
c)      Penyusunannya disesuaikan dengan pola membaca yaitu dari kiri ke kanan dan dari atas dan bawah[20]
6.      Buku pelajaran
Buku pelajaran biasanya hasil seorang pengarang atau team pengarang yang disusun berdasarkan kurikulum atau tafsiran tentang kurikulum yang berlaku. Biasanya buku pelajaran merupakan salah satu pendekatan tentang implementasi kurikulum dan karena itu ada kemungkinan terdapat macam buku pelajaran tentang satu bidang studi tertentu.
Buku pelajaran hanya salah satu sumber pelajran yang perlu diperlengkap dengan sumber lain seperti perpustakaan, observasi, lingkungan bahan baru untuk hal-hal yang telah usang dan takk berlaku lagi. Jadi tidak ada buku pelajaran yang lengkap dan sempurna.[21]
D.    Kelebihan dan Kekurangan Media Dua Dimensi
1.      Gambar
Pemanfaatan gambar dalam proses pembelajaran sangat membantu pengajar dalam beberapa hal seperti yang dikemukakan oleh Hackbarth (1996) berikut.
a)      Menarik perhatian, pada umumnya semua orang senang melihat foto/gambar.
b)      Menyediakan gambar nyata suatu objek yang karena suau hal tidak mudah untuk diamati.
c)      Unik
d)     Memperjelas hal-hal yang abstrak
e)      Mampu mengilustrasikan suatu proses[22]
Beberapa kelebihan media gambar/ foto ,
a.       Sifatnya konkret; gambar/ foto lebih realistis menunjukkan pokok masalah dibandingkan media verbal semata.
b.      Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. Tidak semua benda, objek atau peristiwa dapat dibawa ke kelas, dan tidak selalu bisa anak-anak dibawa ke objek/peristiwa tersebut.
c.       Media gambar/ foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita. Sel penampang daun yang tak mungkin kita lihat dengan mata telanjang dapat disajikan dengan jelas dalam bentuk ganbar atau foto.
d.      Foto dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalahpahaman
Selain kelebihan-kelebihan tersebut, gambar/foto mempunyai beberapa kelemahan yaitu;
a)      Gambar/foto hanya menekankan persepsi indera mata;
b)      Gambar/foto benda terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran
c)      Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.[23]
2.      Grafik
Tujuan umum membuat grafik adalah untuk memperlihatkan perbandingan, informasi kualitatif dengan cepat serta sederhana. Bila sebuah grafik ruwet dan sulit dibaca berarti akan kehilangan manfaatnya yang berharga. Konsep- konsep  yang ruwet akan lebih efektif diperlihatkan, bila dituangkan ke dalam sebuah rangkaian grafik yang lebih sederhana dari pada susunan grafik yang ruwet.[24]
3.      Poster
Poster memiliki kekuatan dramatik yang begitu tinggi memikat dan menarik perhatian. Banyak iklan menggunakan teknik-teknik poster dalam menarik perhatian demi kepentingan produksinya.
Manfaat poster;
a.       Untuk motivasi
Penggunaan poster dalam pengajaran sebagai pendorong atau motivasi kegiatan belajar siswa.
b.      Sebagai peringatan
Poster bisa menyadarkan setiap anak sekolah dasar bahwa menggosok gigi itu sangat penting, memelihara kebersihan lingkungan dapat mencegah penyakit dll.
c.       Pengalaman yang kreatif
Kehadiran poster dalam proses belajat mengajsr memberi kesempatan kepada siswa untuk melukiskan tentang apa-apa yang dipelajari mereka.[25]
4.      Peta dan globe
Kelebihan dari peta dan globe, dipakai sebagai media dalam kegiatan belajar mengajar adalah:
a.       Memungkinkan siswa mengerti posisi kesatuan politik, daerah kepulauan dan lain-lain
b.      Merangsang minat siswa terhadap penduduk dan pengaruh-pengaruh geografis
c.       Memungkinkan siswa memperoleh gambaran tentang imigrasi dan distribusi penduduk, tumbuh-tumbuhan dan kehidupan hewan, serta bentuk bumi yang sebenarnya.[26]

5.      Buku pelajaran
Keuntungan buku pelajaran antara lain:
a.       Buku pelajaran membantu guru untuk melaksanakan kurikulum karena disusun berdasarkan kurikulum yang berlaku.
b.      Buku pelajaran merupakan pegangan dalam menentukan metode pengajaran.
c.       Buku pelajaran memberi kesempatan bagi siswa untuk mengulangi pelajaran atau mempelajari pelajaran baru.
d.      Buku pelajaran dapat digunakan untuk tahun-tahun berikutnya dan bila direvisi dapat bertahan dalam waktu yang lama.
e.       Buku pelajaran memberi kesamaan mengenai bahan dan standar pengajaran.
f.       Buku pelajaran memberikan kontuinitas pelajaran dikelas yang berurutan, sekalipun guru berganti.[27]
g.      Buku pelajaran memberi pengetahuan dan metode mengajar yang lebih mantap bila guru menggunakannya dari tahun ke tahun.

 IV.            ANALISIS
Dalam menyampaikan pelajaran bermacam-macam alat telah diciptakan agar mempermudah murid untuk memahaminya. Alat-alat pengajaran telah mulai berkembang sejak orang membuat gambar atau diagram yang sederhana di tanah atau gua pada zaman purbakala. Setelah gambar dikembangkan menjadi huruf, lahirlah buku pelajaran disamping itu papan tulis menjadi populer hingga sekarang.
Banyaknya alat intruksional di negara-negara maju dapat juga membingungkan guru. Sukar bagi guru untuk memilih media yang paling baik diantara begitu alat yang tersedia. Walaupun banyak penelitian tenatng efektivitas berbagai media, tidak ada peneliti yang menjelaskan apabila suatu media dapat atau tidak dapat digunakan dalam situasi belajar tertentu. Juga belum ada dasar teoretis yang kuat yang menentukan media apa yang paling serasi untuk bahan pelajaran tertentu.
Media dua dimensi disebut juga media grafis yang juga digolongkan sebagai media visual non proyeksi, mudah digunakan karena tidak membutuhkan peralatan serta relatif murah. Umumnya media yang termasuk dalam golongan ini hanya membutuhkan biaya yang relatif rendah atau bahkan tidak membutuhkan biaya sama sekali. Masing- masing jenis media grafis memiliki keunikan, keunggulan, keterbatasan tersendiri yang tentunya menarik untuk dibahas
Media grafis itu terdiri dari gambar, bagan, grafik, papan tulis,papan flanel, komik dan poster.

    V.            KESIMPULAN
Media dua dimensi adalah alat yang mempunyai panjang dan lebar, disebut juga media grafis. Media grafis, adalah media visual yang mengkomunikasikan antara fakta dan data yang berupa gagasan atau kata-kata verbal dengan gambar. Media grafis ini dapat berupa;
A.    Gambar, adalah jenis yang paling banyak digunakan  mudah dikenali dan dimengerti secara langsung tanpa memerlukan interpretasi.
B.     Bagan, merupakan media grafis yangt berupa; peta, lukisan, poster, atau kartun. Bagan ini berfungsi membandingkan menghubungkan, penjumlahan relatif, perkembangan, proses, klasifikasi dan organisasi.
C.     Diagram, adalah media grafis yang ,menunjukkan hubungan timbal balik dalam bentuk garis-garis
D.    Grafik, adalah media grafis yang berupa penyajian data dalam bentuk angka
E.     Poster, adalah media grafis yang berupa kombinasi antara visual, warna dan pesan yang berfungsi menarik perhatian orang yang melihatnya.
F.      Kartun, adalah media grafis yang berupa lukisan atau karikatur tentang orang, gagasan, dan situasi yang didesain untuk mempengaruhi masyarakat.
G.    Papan flanel, adalah media grafis yang efektif sekali untuk menyajikan pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula.
H.    Papan buletin dimaksudkan u8ntuk memberitahukan kejadian dalam waktu tertentu.

 VI.            PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat saya buat. Saya menyadari dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang konstruktif sangat saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca pada umumnya dan pemakalah pada khususnya. Amin.



DAFTAR PUSTAKA
Hamdani, Strategi Belajar Mengajar, Bandung; Pustakia Setia, 2011
Sudjana, Nana, Dasar- dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algesindo, 1987
Sudjana, Nana dan Rivai, Ahmad, Media Pengajaran, Bandung: CV Sinar Baru, 1997
Asnawir dan Usman Basyirudin, Media Pembelajaran, Jakarta: Ciputat Pres, 2002
Uno, Hamzah dan Nina Lamatenggo, Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara, 2011
Sadiman, Arief dkk, Media Pendidikan Pengertian Pengembangandan Pemanfaatannya, Jakarta: Rajawali Pres, 2009
Arsyad, Azhar, Media Pembelajaran, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003
            Nasution, Teknologi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2011
            Rohani, Ahamad, Media Intruksional Edukatif, Jakarta:  Rineka Cipta, 1997


 


[1] Drs. Hamdani, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung:Pustaka Setia,2011), hal. 243
[2]Dr. Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algensindo,1987), hlm. 101
[3]Dr. Nana Sudjana dan Drs. Ahmad Rivai, Media Pengajaran, (Bandung:CV Sinar Baru,1997), hlm. 27
[4]Prof. Dr. H. Asnawir dan Drs. M. Basyirudin Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta: Ciputat Pres, 2002), hlm. 33
[5]Hamzah B. Uno, Nina Lamatenggo, Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran, ( Jakarta: Bumi Aksara, 2011), hlm. 128
[6]S. Nasution, Teknologi Pendidikan, ( Jakarta: PT Bumi Aksara, 2011), hlm. 102 
[7]Ahmad Rohani, Media Instruksional Edukatrif, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1997), hlm. 76
[8]Nana Sudjana, 1997, hlm. 27-31
[9]Dr. Arief Sadiman, dkk, Media Pendidikan Pengertian pengembangan dan Pemanfaatanya, (Jakarta: Rajawali Pers,2009), hlm. 33-42
[10]Nana Sudjana, 1997, hlm. 51
[11] Arief Sadiman,2009, hlm. 45-49
[12]S. Nasution, 2011, hlm. 102
[13]S. Nasution, 2011, hlm 102-103
[14] Dr. Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003), hlm. 133-134
[15] Ahmad Rohani, 1997, hlm. 35
[16] Hamzah Uno, 2011, hlm. 129
[17]Ahmad Rohani, 1997, hlm. 61
[18] Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, 1997, hlm. 51-54
[19] Ibid, hlm. 58
[20] Arief Sadiman, 2009, hlm. 34-35
[21] S. Nasution, hlm. 103
[22] Hamzah Uno,Nina Lamatenggo, hlm. 128
[23] Arief Sadiman dkk, 2009, hlm.29-31
[24] Nana Sudjana, 1997, hlm. 40
[25] Ibid, hlm. 56
[26]Arief Sadiman, 2009, hlm. 48
[27]S. Nasution, hlm. 103